Questions, again!
A work for the assignment “Studies on Actual Arts and Photography“, presented in a book form with more questions.
1.Those faces, Or both?
2.Can you portray
X, 37 years, likes to hug and wants to 3.What come(s) after A, B, C, D, E,… ? 4.Is it a sculpture
|
Aku terlalu banyak bertanya.
Orangtua dan kakek nenekku, kakak-kakakku, guru-guru, pastur, polisi lalin, penjaga toko dan penjual di pasar, pembantu, tetangga penjual bakso,… semuanya kucecari dengan pertanyaan. Sebagai pemimpin redaksi majalah dinding di bangku sekolah menengah, aku harus benar-benar memahami “5W 1H” dan bisa menjawab: What, Who, Where, When, Why dan How. Semuanya itu memperparah ‘penyakit’ku. Keingintahuan itu terkadang menyusahkan, terlebih-lebih melelahkan. Jika kau bertanya maka kau harapkan juga sebuah jawaban. Makan waktu cukup lama untuk benar-benar menyadari bahwa tidak selalu ada jawaban atas segala hal, dan bahwa biasanya ada lebih dari satu jawaban atas satu hal. Kehidupan sehari-hari adalah sumber sejati dari pertanyaan-pertanyaan tanpa henti. Tak semuanya bisa dijelaskan, tak semua orang bersikap terbuka terhadap pertanyaan-pertanyaan yang muncul. Fotografi dan seni pada umumnya menawarkan kesempatan luar biasa untuk (bisa) mempertanyakan segala sesuatu dan untuk mencoba menemukan jawabannya. Foto-foto Michiko Kon dan Zeke Berman sebagai contoh, mengarahkanku kepada pertanyaan “Apakah itu patung ataukah foto?”, seperti halnya karya-karya Les Krims : apakah karyanya itu termasuk instalasi atau memang fotografi. Dari seri “Ost. Modern” oleh Annemie Augustijn kudapatkan juga pertanyaan yang sama. Karya-karya Gerard Dauphin –terutama film stills- membuatku bertanya-tanya tentang voyeurisme dan hubungannya dengan keingintahuan (dan vice versa), serta tentang ‘gambar yang dinantikan’. Karya video tanpa gambar “Silent China” oleh Mira Sanders membuatku bertanya sejauh mana fotografi dapat dipergunakan sebagai sebuah media, jika dihubungkan dengan video Sanders yang menunjukkan konsep “seeing without looking”. Dalam hal fotografi, sebuah gambar atau foto menjabarkan “saying without talking”. Aku terlalu banyak bertanya semasa kecil dan tetap begini hingga sekarang… ternyata, sayang sekali, untungnya,… . Dalam karya “Q” ini kupertanyakan hal-hal yang berkaitan dengan fotografi dan yang dengan perantaraan fotografi akan dapat kujawab –atau setidaknya dapat kucoba untuk mencari jawabannya. Pada perspektif yang lebih luas, selama proses pembelajaran, dalam hidup sehari-hari dan dengan begitu bersama permasalahan-permasalahannya juga, aku tak mampu menghindar dari pertanyaan-pertanyaan. E.I., 2009. Ik stelde teveel vragen. Mijn ouders en grootouders, broers en zussen, leerkrachten, de pastoor, verkeerspolitie, winkeliers en marktkramers, de kuisvrouw, buurvrouw die heerlijke soep verkocht,… overstelpte ik met mijn vragen. Als redactrice van de schoolkrant moest ik de “5W 1H” goed kennen en kunnen beantwoorden: Wie, Wat, Waar, Wanneer, Waarom en Hoe. Dat maakt het allemaal ‘erger’. Nieuwsgierigheid en de wil om iets (meer) te weten zijn soms lastig. Die zijn vooral vermoeiend. Als je vragen stelt dan verwacht je een antwoord. Het duurt wel lang om echt te beseffen dat er niet atijd een antwoord is op alles en dat er ook meestal meerdere antwoorden beschikbaar zijn. Het dagelijkse leven, dat is pas een bron van onophoudelijke vragen. Niet alles is verklaarbaar, niet iedereen staat ervoor open. Fotografie en kunst in het algemeen bieden een enorme kans om meer vragen te (kunnen) stellen en om daarop een poging tot antwoord te vinden. Door de beelden van Michiko Kon en Zeke Berman (cf. Opdracht Object twist) bijvoorbeeld, had ik meteen een vraag “Is dat een sculptuur of een foto?”, zoals die van Les Krims : of het een installatie of foto is. Van de reeks “Ost. Modern” van Annemie Augustijn had ik dezelfde vraag. Bij de tentoonstelling van de werken van Gerard Dauphin, in het bijzonder de reeks van de filmstills, kwam een vraag over voyeurisme bij me op in verhouding tot nieuwsgierigheid (en vice versa) en een vraag over verwachtingsbeeld. De video zonder beelden “Silent China” van Mira Sanders deed me denken in welke mate fotografie iets kan doen in relevantie met haar video die seeing without looking uitdrukt. Men kan zeggen dat een foto saying without talking is. Ik stelde teveel vragen en dat blijft zo… E.I., 2009 |
Tags: actual arts, assignment, bird, bulb, Etc, face, fotografie, hand, red, Sculpture etc., video
Filed under: Photographs

Subscribe to the
Leave a